قال المؤلف رحمه الله تعالى:
الحمد لله العلي الواحد ♦️ العالم الفرد الغني الماجد
“Segala puji bagi Allah, al ‘Aliy, al Waahid, al Fard al Ghoniy, al Maajid”
Penjelasan
? Di awal kitabnya As Syaikh Ahmad ad Dardir mengucapkan hamdalah
?Hamdalah artinya memuji Allah dengan lisan atas kenikmatan yang telah Allah anugerahkan yang bukan merupakan kewajiban bagi-Nya.
?As Syaikh Ahmad ad Dardir menyebutkan beberapa al Asma al Husna (nama-nama yang menunjukkan kesempurnaan bagi Allah), yaitu:
? Allah, artinya Dzat yang memiliki sifat ketuhanan (ilahiyyah), yakni kekuasaan untuk menciptakan makhluk dari tiada menjadi ada.
? Al ‘Aliy, artinya Dzat yang disucikan dari setiap sifat naqsh (sifat yang tidak layak bagi-Nya) dan bersifatannya Allah dengan setiap sifat Kamal (sifat yang layak bagi Allah)
? Al Waahid, artinya Dzat yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
?Allah Waahid bukan dari segi bilangan, tetapi dari segi bahwa Allah tidak ada sekutu bagi-Nya. Karena bilangan itu bisa bertambah dan berkurang serta bisa dibagi-bagi. Sedangkan yang dibagi-bagi adalah jisim.
?Al Aalim, artinya Dzat yang mengetahui segala sesuatu dengan ilmu yang azali (tidak berpermulaan) dan abadi (tidak berpenghabisan).
? Al Fard, maknanya sama dengan al Waahid , artinya Dzat yang tidak ada sekutu bagi-Nya baik pada Dzat, sifat maupun perbuatan-Nya.
? Al Ghoniy, artinya Dzat yang tidak membutuhkan kepada selain Nya.
?Allah tidak butuh pada tempat, Allah tidak butuh pada penolong, Allah tidak butuh pada menteri yang membantunya dan makhluk lainnya.
? Al Maajid, artinya sama dengan al Adzim (Dzat yang agung kekuasaan-Nya)
? Sebagian ulama memaknainya dengan al Kariim (Dzat yang luas pemberiannya).
والله اعلم بالصواب
Barid Nizar Break Your Limit