Barid NIzar's News
Home » Tokoh » KH. Nachrowi Thohir (1946 sd 1951)
KH. Nachrowi Thohir (1946 sd 1951)

KH. Nachrowi Thohir (1946 sd 1951)

❤️ KH. Nachrowi Thohir lahir pada tahun 1900 M atau bertepatan pada tahun 1317 H di Bungkuk Singosari, Malang.
❤️ Semasa muda, KH. Nachrowi Thohir menghabiskan waktunya untuk belajar agama kepada ayahnya.
?Setelah selesai, beliau melanjutkan belajar di Pesantren yang diasuh Mbah Bungkuk. Dari Mbah Bungkuk, Kiai Nachrowi mempelajari dasar-dasar agama Islam seperti membaca al-Qur’an dan mengaji kitab-kitab tauhid (Aqidatul Awam), ilmu alat seperti Jurumiyah dan Imrithi.
❤️ Setelah selesai belajar di Mbah Bungkuk, Kiai Nachrowi Thohir melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Pesantren Jampes Kediri yang diasuh oleh KH. Ihsan Muhammad Dahlan Jampes.
❤️ Setelah beberapa waktu di Jampes, Kiai Nachrowi berpamitan kepada gurunya untuk melanjutkan pengembaraan ngangsu kawaruh ke Pondok Pesantren Siwalanpanji Sidoarjo yang diasuh oleh KH. Ya’qub.
?Pesantren ini dikenal sebagai basis pelabuhan para ulama-ulama yang nantinya terlibat dalam pendirian Nahdlatul Ulama seperti KH. Hasyim Asy’ari. Kiai Ya’qub sendiri merupakan mertua dari KH. Hasyim Asy’ari.
❤️ Kemudian, Kiai Nachrowi beranjak ke Pesantren Jamsaren Solo yang diasuh oleh KH. Idris (w. 1923).
?Dikisahkan ketika berada di Pondok Jamsaren ini, Kiai Nachrowi bersama teman-teman sesama santri membentuk kelompok diskusi. Kelak, kelompok inilah nantinya yang turut membantu Kiai Nachrowi dalam mengembangkan pendidikan di Jagalan.
?Dari Jamsaren, Kiai Nachrowi kemudian ngansu kawaruh ke Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan. Pesantren inilah yang menjadi pelabuhan terakhir dalam pengembaraan keilmuan Kiai Nachrowi Thohir.
❤️ Kiai Nachrowi sendiri dikenal sebagai tokoh muda yang peduli terhadap pendidikan. Sebagai seorang yang hidup pada masa akhir pemerintahan kolonial, ia melihat banyak sekali ketimpangan dan perbedaan yang sangat mencolok antara komunitas Islam dengan masyarakat lainnya terutama dibidang pendidikan.
❤️ Sebagai langkah pertama, pada tahun 1921, Kiai Nachrowi Thohir mendirikan Madrasah Muslimin Nahdlatul Wathan. Nama Nahdlatul Wathan sendiri dinisbatkan dari gerakan yang dilakukan oleh para ulama nusantara yang dimulai pada tahun 1916. Walaupun tidak ada keterangan lebih lengkap mengenai hal ini, penisbatan nama Nahdlatul Wathan ini tentu bukan tidak beralasan, melainkan menunjukkan jejaring yang dilakukan oleh para ulama dahulu dalam melakukan gerakan untuk tanah air dan mengajarkan Islam secara terstruktur.
❤️ Kiai Nachrowi mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan sebagai tonggak berdirinya Madrasah Muslimin Nahdlatul Wathan (1921), Madrasah Muslimat Nahdlatul Wathan (dirintis sejak tahun 1924), dan Hollandsch Inlandsch School (HIS) Nahdlatul Oelama (1939) di daerah Sawahan
❤️ Seiring dengan berdirinya Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 dimana Kiai Nachrowi Thohir menjadi salah satu muassisnya, maka Madrasah Muslimin Nahdlatul Wathan tersebut berubah menjadi Madrasah Muslimin Nahdlatul Ulama. Begitu pula dengan madrasah untuk anak-anak perempuan berubah menjadi Madrasah Muslimat Nahdlatul Ulama.
❤️ Beliau adalah salah seorang pendiri NU tahun 1926, tercantum sebagai A’wan Syuriah PBNU yang pertama.
?Kala itu usianya baru 26 tahun dan tercatat sebagai pengurus termuda diantara 26 pengurus Syuriah lainnya.
?Setelah NU membuka cabang ke daerah-daerah, beliau juga menjadi Ketua PCNU Malang yang pertama (1926-1942).
❤️Keterlibatan KH Nachrowi Thohir yang aktif dalam memperjuangkan NU sejak awal pendiriannya lalu mengantarkan beliau pada posisi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU ke IV sekaligus menjadi duet terakhir Pimpinan PBNU dengan Sang Rais Akbar Hadlratusy Syeikh KH M Hasyim Asy’ari pada 1944-1951.
❤️ Semangat beliau dalam organisasi memang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan ketika sedang terjadi revolusi fisik melawan Belanda dan Jepang, beliau aktif dalam barisan Hizbullah sebagai Komandan X guna mengantarkan bangsa Indonesia kepintu kemerdekaan. ❤️ Sejak tahun 1950 beliau diangkat sebagai Kepala Kementrian Agama (sekarang Kakandepag) Kabupaten Malang hingga memasuki masa pensiun tahun 1960.
❤️ Setelah pensiun, beliau lebih banyak memfokuskan perjuangannya melalui dunia pendidikan, dengan mengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falah, Bungkuk, Singosari. Selain itu beliau juga aktif sebagai Penasehat Ta’mir Masjid Jami’ Malang sejak tahun 1950 hingga 1980.
❤️ KH Nachrowi Thohir wafat pada 29 Rabiul Akhir 1400 H / 13 Maret 1980 M, dimakamkan di pemakaman Bungkuk, Singosari, dalam usia 80 tahun.

LDNU KAB KEDIRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copyright : Barid Nizar